Sejarah Desa
Asal usul nama Desa Brambang diambil nama dari sebuah peristiwa sebagai berikut :
Konon ada sebuah rombongan/sekelompok masyarakat yang melakukan perjalanan dimana orang-orang tersebut asal usulnya berbeda-beda, antara lain dari : Mataram, Demak, Solo, Jogjakarta, Salatiga, Jepara, Kabuh & Bojonegoro. Dalam perjalanannya rombongan tersebut menemukan tanaman brambang yang cukup banyak sekali, kemudian mereka berunding dan bersepakat bahwa nanti kalau ada rejone jaman/ramainya zaman tempat ini di beri nama Brambang.
Setelah itu rombongan meneruskan perjalanan ke arah barat, di suatu tempat mereka menemukan tanaman brambang lagi, rombongan itu kemudian berhenti dan semua anggota rombongan ingin memiliki brambang yang mengakibatkan pertengkaran, sampai akhirnya terjadi peperangan/perselisihan di antara anggota rombongan tersebut. Ada yang dapat dan ada pula yang tidak dapat (dalam istilah jawa : gang-gang atau arang-arang), akhirnya peperangan/perselisihan berhenti dan menyatakan kalau ada rejone jaman/ramainya zaman tempat ini dinamakan Pranggang.
Setelah peperangan/perselisihan selesai, kemudian rombongan melanjutkan perjalanan ke arah timur melewati wilayah Brambang lagi terus ke arah timur dan di suatu tempat rombongan ini menemukan kembali tanaman brambang. Rombongan tersebut kemudian berhenti dan berunding (berembuk), berdasarkan pengalaman dan kejadian di Pranggang maka rombongan mempunyai pendapat untuk tanaman brambang ini dibagi secara bijak atau adil agar hati menjadi lega (enak, ikhlas, rela) tidak menjadi iri dan tidak menimbulkan peperangan lagi. Dalam pembagian brambang ini tidak semua anggota dapat (gang-gang atau arang-arang), namun diatur sebagai berikut : misal ada 4 brambang untuk 8 orang; orang ke 1 dapat orang ke 2 tidak dapat namun orang ke 2 ini mempunyai bagian di orang nomer 1, orang ke 3 dapat orang ke 4 tidak dapat namun orang ke 4 ini mempunyai bagian di orang nomer 3, begitu seterusnya sampai habis, yang akhirnya tempat ini di beri nama Legarang, diambil dari Lega dan Arang.
Ada pendapat lain mengenai asal usul Desa Brambang, terutama untuk wilayah Legarang dan Pranggang yaitu :
- Dusun Legarang
Ada seorang bernama Kek Rassiman yang tingal sendiri di sebuah tempat dan mbabat alas kurang lebih 2 hektar, pada saat mbabat alas tersebut dilakukan tidak secara terus menerus tetapi dilakukan semaunya saja, kalau lego (hatinya tenang/enak) dia mbabat alas kalau tidak lego mbabat alasnya tidak dilanjutkan dan dilakukan secara jarang-jarang. Oleh beliau nanti kalau ada rejone jaman di beri nama Legarang. Setelah beberapa waktu menikmati hasil jerih payahnya dan beberapa rumah penduduk mulai bermunculan, beliau meninggal dunia dan dimakamkan diantara 2 pohon yaitu pohon asem dan pohon kemiri, sampai sekarang makam tersebut dikeramatkan.
Pada jaman penjajahan Belanda Legarang pernah dipimpin oleh seorang tokoh masyarakat/desa yang bernama H. Solaiman, setelah beberapa tahun memimpin desa sampai akhirnya meninggal dan digantikan oleh putranya yang bernama Asako Pawiro, beliau juga disegani dan berwibawa sehingga beliau diangkat sebagai (wakil camat).
- Dusun Pranggang
Tidak ada yang tahu siapa yang mbabat alas Pranggang serta latar belakang/asal usul nama Pranggang juga tidak ada yang tahu, namun yang jelas asal usul penduduk Pranggang dari wilayah Tuban. Dan yang pertama menjabat/memimpin wilayah Pranggang ini bernama Kek Urip dan kemudian dilanjutkan oleh Kek Jemblek. Perkembangan penduduk masih jarang, sekitar 20 rumah dan mencari orang dari luar desa untuk dijadikan penduduk Pranggang.
Sekitar tahun 1800 wilayah Pranggang dipimpin oleh Pak Urip kemudian dilanjutkan oleh Pak Mulut, pada masa kepemimpinan Pak Mulut ini pemanfaatan tanah menjadi milik Guperman yang dijadikan tanah gogolan. Antara tahun 1901 sampai dengan 1915 dipimpin oleh Pak Klumpuk, luas tanah wilayah Pranggang sekitar 25 ha, sebagian untuk ganjaran. Pada tahun 1915 ketiga wilayah ini yaitu : Pranggang, Brambang dan Legarang dijadikan satu kesatuan menjadi Desa Brambang.
Adapun Desa Brambang dibagi menjadi 3 (Tiga) Dusun yaitu:
- Dusun Brambang
- Dusun Legarang
- Dusun Pranggang
Perkembangan kehidupan masyarakat serta pembangunan di bidang sosial dan lingkungan Desa Brambang serta Para Pejabat/Petinggi atau Kepala Desa Brambang semenjak berdirinya Desa Brambang adalah sebagai berikut :
|
Tahun
|
Peristiwa / Kejadian
|
|
1920
|
Þ Didirikan Sekolah Rakyat (SR III), namun pada tahun 1930 dibubarkan
Þ Diadakan pemilihan Lurah pertama kali setelah tiga wilayah dijadikan satu, dimenangkan oleh Bapak Giyo
|
|
1923
|
Þ Desa dipimpin oleh Pak Kamar atau Astro Rejo yang berdomisili di Legarang
Þ Sumber daya masyarakat hanya dari pertanian
|
|
1933
|
Þ Desa dipimpin oleh Pak Kadis sampai pada tahun 1954
|
|
1953
|
Þ Didirikan Masjid Brambang dan sekolah Madrasah Ibtidhaiyah
|
|
1954
|
Þ Desa dipimpin oleh Pak Dul Latif atau Darmo Rejo
|
|
|
Þ Lumbung Desa didirikan
|
|
|
Þ Koperasi Pertanian (Koperta) berdiri, hanya sampai tahun 1967
|
|
1961
|
Þ Tanah pertanian dijadikan hak milik yang asalnya hak pakai (gantian)
|
|
|
Þ Pak Darmo Rejo memimpin Desa Brambang sampai adanya Peraturan Pemerintah dan berhenti
|
|
1963
|
Þ Sekolah Dasar Negeri Brambang dibangun dan baru sekitar tahun 1965 SDN ini proses belajar mengajar di mulai
|
|
1988
|
Þ Listrik masuk desa dan sebagian jalan diaspal
|
|
1990-1999
|
Þ Bapak Jaswadi terpilih menjadi Kepala Desa
|
|
1999-2007
|
Þ Bapak Jaswadi terpilih kembali menjadi Kepala Desa
|
|
2007-2013
|
Þ Ibu LULUK MUALAFAH Terpilih menjadi Kepala Desa Periode 2007 sampai dengan 2013.
|
|
2013-2019
|
Þ Bpk KHISNULLOH terpilih menjadi Kepala Desa Brambang untuk periode tahun 2013 sampai dengan 2019
|
|
2019-2025
|
Þ Ibu NUR ROCHMAH, S.Psi terpilih menjadi Kepala Desa Brambang untuk periode tahun 2019 sampai dengan 2025
|